Expose UIN 2026 Hadirkan Rinaldi Nur Ibrahim, Alumni Berprestasi yang Kini Berdayakan 10 Ribu Pemuda
Expose UIN 2026 Hadirkan Rinaldi Nur Ibrahim, Alumni Berprestasi yang Kini Berdayakan 10 Ribu Pemuda

Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online — UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menggelar kegiatan tahunan UIN Jakarta Expose 2026 bertajuk “Discover Your Path: Be Part of UIN Jakarta”, di Auditorium Harun Nasution, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini menjadi ajang pengenalan kampus bagi siswa SMA/SMK/MA serta calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana maupun pascasarjana, sekaligus menghadirkan pengalaman langsung untuk mengenal lingkungan akademik dan berbagai peluang di UIN Jakarta.

Salah satu sesi mengenai cerita inspiratif menghadirkan Rinaldi Nur Ibrahim, alumnus Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Jakarta. Sosok apoteker muda asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, ini dikenal sebagai pendiri platform pemberdayaan pemuda Youth Ranger Indonesia serta pelopor berbagai gerakan sosial yang berdampak luas.

Lahir pada 1 Maret 1998, Rinaldi merantau ke Jakarta sejak 2015 setelah dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dari Kementerian Agama RI. Ia menempuh pendidikan di Jurusan Farmasi dan melanjutkan ke Program Profesi Apoteker di UIN Jakarta.

Dalam pemaparannya, Rinaldi membagikan kisah perjuangannya menembus bangku perguruan tinggi. Ia mengaku sejak SMA telah bertekad untuk melanjutkan studi di Jakarta meski harus menghadapi berbagai kegagalan dalam proses seleksi.

“Semua tes pernah saya coba dan banyak yang tidak lolos. Tapi saya percaya, kalau kita sungguh-sungguh mengusahakan sesuatu, jangan takut diuji. Terus coba sampai ada jalan,” ujarnya di hadapan ratusan peserta.

Kabar kelulusan sebagai penerima PBSB menjadi titik balik hidupnya. “Saat mendapat kabar saya lolos Farmasi dan Profesi Apoteker di UIN Jakarta melalui beasiswa Kementerian Agama, saya merasa itu jawaban atas doa dan usaha panjang,” kenangnya.

Rinaldi juga menceritakan pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di Jakarta. Ia mengaku sempat merasa canggung dan minder karena berasal dari daerah. Namun, fase tersebut justru menjadi proses pembelajaran penting.

“Saya datang dari kampung di Bone. Banyak hal yang terasa baru. Tapi justru di situlah saya belajar beradaptasi, belajar percaya diri, dan membentuk diri menjadi mahasiswa yang tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga berani mengambil peluang,” tuturnya.

Semasa kuliah, Rinaldi aktif mengikuti berbagai program internasional. Ia pernah mengikuti student exchange ke Thailand dan Korea Selatan, bahkan meraih predikat Best Delegate dalam ajang internasional di Seoul. Selain itu, ia juga berkesempatan mengikuti forum akademik di Jepang.

Menurutnya, dukungan kampus menjadi faktor penting dalam setiap capaian tersebut. “Banyak kegiatan internasional yang saya ikuti mendapat dukungan dari UIN Jakarta. Kampus memberi ruang dan kesempatan, asalkan kita berani mengajukan dan memperjuangkannya,” katanya yang disambut tepuk tangan peserta.

Di tingkat akademik, Rinaldi dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi II FKIK UIN Jakarta dan menerima Student Achievement Awards selama dua tahun berturut-turut (2017 dan 2018). Ia juga meraih predikat Wisudawan Terbaik UIN Jakarta tahun 2020. Di luar kampus, ia dinobatkan sebagai Pemuda Pelopor Provinsi Banten 2019 dan Putra Bahari Indonesia Persahabatan pada tahun yang sama.

Komitmennya pada pemberdayaan generasi muda diwujudkan melalui pendirian Youth Ranger Indonesia pada tahun 2018. Platform berbasis mentorship tersebut kini telah menjangkau lebih dari 10.000 anggota dari berbagai daerah di Indonesia.

“Anak muda punya potensi besar, tetapi sering kali belum memiliki wadah untuk mengekspresikan diri dan berkembang. Karena itu, saya membangun ruang belajar dan berbagi agar mereka bisa bertumbuh bersama,” jelasnya.

Tak berhenti di situ, Rinaldi juga menggagas program Beasiswa Renaldi yang diperuntukkan bagi pelajar dan mahasiswa dari jenjang SMP hingga S2. Program tersebut menjadi bentuk komitmennya untuk menghadirkan akses pendidikan bagi generasi berikutnya.

Menutup sesi, Rinaldi berpesan kepada para peserta Expose UIN 2026 agar tidak menyia-nyiakan kesempatan ketika kelak menjadi mahasiswa.

“Kalau nanti kalian kuliah di UIN Jakarta, jangan sia-siakan peluang. Bangun relasi dengan dosen, ajukan proposal, ikut kompetisi, dan berani bermimpi besar. Kampus ini menyediakan ruang, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya,” pungkasnya.

Melalui rangkaian pemaparan jalur SNPMB,  SPAN PTKIN dan seleksi mandiri, sosialisasi beasiswa, pengenalan fakultas dan program studi, hingga sesi talkshow bersama alumni inspiratif, Expose UIN Jakarta 2026 menjadi ruang informasi dan interaksi langsung antara calon mahasiswa dan sivitas akademika. Dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, perwakilan SNPMB dan LPDP, para dekan, serta lebih dari 2.000 peserta dari sekitar 200 sekolah, kegiatan ini menegaskan komitmen UIN Jakarta dalam membuka akses informasi seluas-luasnya bagi generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.

(Putri Khoirina N./Fauziah M./Zaenal M./Fajri Nafisa/Foto: ⁠Azka Raysa P.)

Tag :